Dokumen Militer Rusia Bocor: Moskow Kirim 48 Helikopter Ka-52M dan Transfer Teknologi ke China

MOSKOW, PJN MEDIA.– Sebuah dokumen industri militer Rusia yang bocor mengungkap eskalasi kerja sama pertahanan antara Rusia dan China di tengah tekanan sanksi Barat. Dokumen tersebut merinci rencana Moskow untuk mengirimkan 48 unit helikopter serang Ka-52M “Super Alligator” ke Beijing serta mentransfer teknologi produksi amunisi yang krusial.
Rencana ini muncul sebagai respons atas kebutuhan finansial Rusia yang mendesak dan ketertarikan China terhadap sistem persenjataan Rusia yang telah teruji dalam perang di Ukraina.
Transfer Teknologi Amunisi dan Pelatihan Spesialis
Laporan dari United24 menyebutkan bahwa kerja sama ini melibatkan raksasa pertahanan China, NORINCO. Fokus utamanya adalah transfer teknologi produksi propelan bulat, bahan kimia vital untuk amunisi berbagai kaliber.
Poin-poin penting dalam kerja sama teknologi ini meliputi:
- Produksi Lokal: Pembangunan jalur produksi otomatis di China dengan pengawasan langsung dari ahli Rusia.
- Pelatihan Khusus: Pada Juni 2025, spesialis China dijadwalkan menyelesaikan siklus produksi lengkap di bawah bimbingan GOSNIIKHP (Institut Penelitian Produk Kimia Negara Kazan).
- Amunisi Strategis: Teknologi ini digunakan untuk produksi peluru kaliber 5,45 mm, 5,6 mm, 12,7 mm, hingga sistem mortir 82 mm.
- Izin FSB: Akses spesialis asing ke jalur produksi ini dikoordinasikan sangat ketat dengan Dinas Keamanan Federal Rusia (FSB).
Ka-52M Super Alligator: Senjata Mematikan yang Diterima China
Helikopter Ka-52M yang dikirim ke China bukan sekadar varian standar. Varian “M” adalah hasil modernisasi radikal berdasarkan pengalaman tempur Rusia di Suriah dan Ukraina. Berikut adalah fitur unggulan Ka-52M:
- Rudal LMUR (Izdeliye 305): Rudal jelajah ringan dengan jangkauan 25 km yang memungkinkan pilot menembak dari jarak aman.
- Radar AESA Rezets: Mampu mendeteksi grup tank dari jarak 45 km, memberikan keunggulan dalam pertempuran jarak jauh.
- Sistem Pertahanan L418 Monobloc: Perangkat peperangan elektronik yang mampu mendeteksi rudal musuh secara otomatis dan melepaskan flare/chaff.
- Kursi Lontar K-37-800M: Satu-satunya helikopter serang di dunia yang memungkinkan pilot melontarkan diri dalam kondisi darurat ekstrem.
Sinergi Strategis Rusia-China
Dokumen yang bocor menunjukkan bahwa kemitraan ini bersifat komprehensif. Moskow tidak hanya menjual platform tempur yang sudah jadi, tetapi juga menyerahkan solusi teknologi, rezim produksi, hingga metodologi kontrol kualitas.
Meskipun secara resmi menyatakan netral dalam konflik di Ukraina, langkah China dalam mengamankan kontrak jangka panjang ini dinilai membantu stabilitas output industri militer Rusia di tengah isolasi internasional. (Red.)
